Tangani Nyeri dengan Interventional Pain Management
MANAJEMEN INTERVENSI NYERI
Manajemen intervensi nyeri nyeri atau Interventional Pain Management (IPM) adalah suatu tindakan minimal invasif yang dilakukan dengan panduan alat untuk mengobati nyeri akut dan kronik secara jangka panjang atau permanen.
Prosedur tindakan dilakukan dengan cara memasukkan obat, zat, atau alat tertentu ke dalam struktur tubuh atau bagian tubuh tertentu yang menjadi sumber nyeri.
Kondisi Nyeri yang Membutuhkan Interventional Pain Management
Interventional Pain Management menjadi pilihan penatalaksanaan nyeri lebih lanjut khususnya untuk kondisi pasien sebagai berikut:
1. Mengalami nyeri akut, kronik, dan kanker, terutama jika pengobatan secara konvensional dengan menggunakan metode medikamentosa (obat-obatan penghilang rasa nyeri) tidak berhasil mengurangi nyeri yang timbul.
2. Pasien telah menggunakan obat penghilang nyeri dalam waktu yang lama, sehingga timbul gangguan efek samping akibat penggunaan obat, seperti gangguan lambung dan ginjal.
3. Tidak bisa minum obat nyeri karena alergi, memiliki penyakit gangguan ginjal, gangguan pencernaan, dan lainnya.
4. Pernah menjalani operasi, tetapi masih mengalami rasa sakit.
5. Ingin menghindari operasi jika memungkinkan.
Teknik Interventional Pain Management
Terdapat tiga teknik yang akan dilakukan dalam penerapan Interventional Pain Management. Pemilihan teknik yang tepat tergantung pada jenis nyeri, kondisi kesehatan, serta tingkat keparahan nyeri yang dimiliki pasien. Tiga teknik yang dimaksud antara lain:
1. Penyuntikan Obat pada Lokasi Penyebab Nyeri
2. Blok Saraf
3. Radiofrekuensi Ablasi atau Neuromodulasi
Kelebihan Intervantion Pain Management
Ada beberapa kelebihan dari prosedur IPM yang bias diperoleh pasien, yaitu :
1. Tindakan invasif yang minimal
2. Memberikan kesembuhan jangka Panjang atau permanen
3. Waktu pemulihan lebih cepat
Pasien tidak harus mengkonsumsi obat secara rutin